Sanggar Design Mastara: Kalender 2015 #7 Food and Drink: Design #7 Food and Drink File Ekstensi CorelDraw (cdr) AdobeIlustrator (ai) Dilengkapi Hari Libur N...
Senin, 01 Desember 2014
Kamis, 21 Juni 2012
TAWA CERIA DI RUMAH SINGGAH GARUDA
| Salah satu penghuni rumah singgah yang sedang bermain gitar untuk menghibur kami |
Kalian yang tak pernah merasakan kerasnya hidup di jalanan harusnya merasa malu. Kalian yang selalu mengeluh dan meributkan hal-hal sepele____”Ma, tambahin dong uang sakunya!”, “Ah! Lauknya itu-itu melulu.”, “Pa, beliin handphone baru dong, ade kan malu pake hape jadul kayak gini.”____ Pokoknya, hal-hal sepele yang tidak penting dan seharusnya kalian syukuri, harusnya kalian malu. Harusnya kalian belajar mensyukuri apa yang kalian punya.
Cobalah lihat mereka! Anak-anak
jalanan yang tidak pernah mengenal kata menyerah dalam berjuang hidup.
Anak-anak yang di antaranya adalah anak-anak yatim, fakir miskin, yang tidak
pernah sekalipun belajar untuk menyesali nasib mereka. Sekalipun kekurangan,
sekalipun kadang kelaparan, mereka tetap tersenyum. Mereka adalah anak-anak
surga yang berjuang di kerasnya ibu kota metropolitan. Kenapa? Karena mereka
tidak kenal kata lain selain berjuang, berjuang dan terus berjuang. Mereka
hanya tahu, hari ini mereka masih diberi kesempatan untuk mensyukuri apa yang
mereka hadapi setiap harinya. Mereka hanya mencoba gigih di jalan lurus yang
mereka yakini. Mereka juga tahu, asal mereka tidak menyerah, Allah pasti
senantiasa mendampingi mereka, lewat orang-orang baik yang mereka jumpai,
diantaranya orang-orang berhati malaikat yang memberikan mereka tempat berteduh
saat mereka lelah, jenuh, dan di saat mereka butuh seseorang untuk mengajari
mereka agar menjadi orang yang lebih baik di masa depan nanti. Seseorang yang
mengatakan kepada mereka,” Jangan
khawatir nak, kalian tidak sendiri.” , “Jangan cemas nak, asal kalian punya
keinginan pasti ada jalan.” Sekalipun kata-kata itu tak terucap, paling
tidak dari sorot mata mereka, anak-anak kurang beruntung itu tahu, mereka dengan
tegas mengatakannya dan mereka mematri kata-kata tersirat itu dalam lubuk hati
mereka.
Apa kalian tahu TAMINI SQUARE???? Apa kalian sering shopping atau hanya hang out ke sana? Saya yakin, hampir semua
dari kalian tahu dan mungkin sering ke tempat modern itu. Tapi, apa kalian tahu
RUMAH SINGGAH GARUDA??? Well, I’ll tell you know. Rumah singgah
itu terletak di belakang komplek PUSAT PERBELANJAAN yang kalian sering
kunjungi. Tempat kalian menghabiskan uang untuk sekedar bersenang-senang atau
membeli kebutuhan. Di tempat itu berdiri sebuah petak rumah yang luasnya tidak
seberapa, yang letaknya tak jauh dari tempat pembuangan sampah. Tempat itu
diberi nama RUMAH SINGGAH GARUDA.
Seperti nama tempatnya, tempat itu adalah rumah persinggahan anak-anak jalanan
di sekitar tempat itu. Anak-anak jalanan, pengamen dan anak-anak pemulung biasa mendatangi tempat itu. Kadang saat
mereka lelah, jenuh atau bahkan saat mereka ingin beribadah atau belajar.
| Kecerian yang kami bangun untuk mereka |
| Salah satu rekan saya yang sedang menghibur mereka dengan bercerita |
See???
Lihat kan! Jadi marilah kita mengevaluasi diri kita masing-masing dan
seandainya bisa, Saya mengajak kalian semua untuk belajar dan mungkin sedikit
mengulurkan bantuan kepada mereka. Mungkin tidak seberapa bagi kita, tapi bagi
mereka, bahkan hanya kunjungan kalian akan menjadi oasis di gurun kehidupan
mereka. Mereka saja yang kekurangan bahkan masih menyempatkan diri untuk
bersyukur dan tersenyum,apalagi kita? Mari, kita perbanyak pioneer-pioneer
seperti Ibu Linda dan rekan-rekannya yang tak pernah berhenti memperjuangkan
nasib anak-anak itu. THERE IS A WILL,
THERE IS A WAY.
Saya mengucapkan banyak terima kasih kepada anggota OSIS SMK 1 PKP untuk turut andil bersama Saya dalam menghibur anak-anak di Rumah Singgah Garuda...So thank's guys for participant
| OSIS SMK 1 PKP JIS 2011-2012 Bersama Anak-anak Rumah Singgah Garuda |
Artikel by : Riyan Saiful Rizal
Selasa, 05 Juni 2012
Sabtu, 02 Juni 2012
Jumat, 01 Juni 2012
Selasa, 29 Mei 2012
29-Mei-2012
Aku memang gak pantas buat dia, mungkin dia memang tidak mencintai ku, tapi aku ingin sekali seandainya dia tahu kalau aku sangat mencintainya....
Hari ini aku menahan diri untuk tidak melihatnya...tapi apakah aku bisa? yaa jawabanya ternyata aku tidak bisa menahan itu semua...seandainya dia yang duduk manis disana tahu bahwa aku sedang menatap indahnya wajahnya dia...
Sungguh kaulah yang membuat diriku merasa bahagia....
Hari ini aku menahan diri untuk tidak melihatnya...tapi apakah aku bisa? yaa jawabanya ternyata aku tidak bisa menahan itu semua...seandainya dia yang duduk manis disana tahu bahwa aku sedang menatap indahnya wajahnya dia...
Sungguh kaulah yang membuat diriku merasa bahagia....
Senin, 28 Mei 2012
F.Y.I It Called Love
For Your
Information !
It Called Love
Apa yang terjadi ? Tidak ada,
Aku hanya tau kami serasi dalam
nuansa putih,
Apa
yang Ku katakana ? Tidak ada,
Aku hanya tau puluhan ribu kata
cinta itu mengendap di kepalaku,
Aku
masih saja membisu. BODOH !!!!
Raina
terlihat begitu galau setelah mencurahkan isi hatinya pada teman setianya,
sebuah buku diary merah jambu yang bisa dipearcaya. Tentu saja, mana ada buku
yang bisa bicara??. Nama lengkapnya adalah Raina Amelia, siswi SMU yang kini
duduk di bangku kelas 2. Dan ini adalah tahun ke-2 Dia harus patah hati karena
tak bisa juga mengatakan cinta pada satu nama.
Mana
bisa dia mengatakan cinta? Mana mungkin tepatnya. Lihat saja Raina! Si kutu
buku yang gak UP TO DATE dalam segala hal, selain buku sih. Dandanannya sanagat
menjemukan dengan kepang dua yang itu-itu saja, belum lagi kaca mata
jengkolnya, belum lagi behel yang memagari giginya, belum lagi selera
fashionnya, yang......duh.....pokoknya nggak banget deh.
Sedangkan
cowok yang dia taksir adalah superstar di sekolahnya. Superstar ini benar-benar
seorang superstar, why? Kenapa? Karena Dia bukan saja bintang di kelas, tapi
juga bintang di lapangan. Tampan, tinggi dan berprestasi. Dia bahkan menjadi
cover boy tetap di suatu majalah remaja popular dijakarta. Dan siapakah si
superstar ini? Dia adalah Andre Rajasa, kapten basket dan juara umum SMU
Purnabhakti dua tahun berturut-turut, WOooOooW!!!
Jadi,
mana mungkin punuk seperti Raina, bisa mengharapkan cinta dari seorang Andre,
yang tingginya setinggi rembulan? Kasihan Raina! Malangnya Raina!
***
“
Raina...Raina...Sayang...bangun sayang.”
Raina
menggeliat ketika mendengar suara mama nya. Karena menghadiri sweet seventeen
sepupunya ______Kara______Raina pulang tengah malam, dan tidak bisa langsung
tidur. Bagaimana bisa gadis itu tidur, kalau setiap memejamkan mata sayunya,
visualisasi Andre langsung berputar di kepalanya, tersenyum, tertawa dan
menggoda alam sadarnya? Nah, kalau sudah begitu, bagaimana Raina bisa Tidur?
Tidak mungkin kan?
“
Hem...apa sih ma...Raina masih ngantuk. ” gumam Raina dengan piyama bergambar
Doraemon favoritnya.
“
Loh, kamu lupa? Hari ini kan behel kamu akan dilepas saying, terus kamu bilang
mau ganti kaca mata dengan soft lens. ”
Begitu
sadar, Raina langsung bangkit, terpaku beberapa detik dan... “ Ok Maa....To
Minutes....ok ??.” katanya langsung berlari ke kamar mandi setelah sempat
terjatuh dua kali, Dasar!!
***
Oke,
siapa bilang Raina tidak berjuang demi cintanya. Sejak pertrama dia melihat
Andre, sejak itulah Raina berjuang agar Andre melihatnya. Lebih tepatnya Raina
menjadi sosok yang layak bagi seorang Andre.
Raina
yang tadinya hanya menyukai sastra, mencoba untuk menguasai semua bidang study
di sekolahnya. Hasilnya, Raina yang disemester pertama berada di urutan 200
dari seluruh siswa, naik menjadi urutan ke-100 pada saat kenaikan kelas,
Hebat!. Dan misi Raina ditahun ke dua ini adalah merubah penampilannya. Dia
ingin dilihat Andre kan? Andre yang ditaksir lebih dari ratusan Siswi di
sekolahnya kan? Itu berarti dia harus menyaingi kecantikan para Siswi yang juga
mencintai Andre, dan itu sangat banyak di sekolah.
“
Buggg .” “Aduh!!.” rintih Raina ketika Dia bertubrukan dengan seseorang.
“
Kamu nggak kenapa-napa Rai?.” Raina langsung terpaku mendengar suara itu. Tentu
saja, itu suara Andre. Apapun tentang Andre pasti akan membuat Raina terpaku.
“Rai....Raina../”
panggil Andre berkali-kali karena gadis itu tidak juga merespon. Raina mendelik
terkejut dan sekujur tubuhnya bergetar ketika merasakan sentuhan tanagan Andre.
“
Akhh...Apa? Aku? Aku baik..Aku..Baik-baik saja...oh
God....Maaaff...wwooww..astaga.”
“
Apa? Kamu pusing?.” Tanya Andre cemas. “ Soft lens ku copot sebelah,” Andre
menertawakan kekonyolan Gadis di depannya itu.
Selalu
begitu, mereka selalu bertemu secara ajaib. Terkadang, Andre mendapati Raina
mencuri pandang ke arahnya. Kadang malah Andre yang tak bisa lepas memandang
Raina, ketika gadis itu asyik dengan buku bacaannya. Satu hal yang Andre tak
bisa jelaskan, adalah ia tidak bisa berhenti tersenyum ketika memimikirkan
Raina, nah, ketahuan, Andre ternyata menyukai Raina, entah sejak kapan?.
Tapi
begitu sadar, Andre tahu, Raina adalah cinta pertama yang menepuk hatinya
hingga bergetar perlahan. Lalu, kenapa dia tiak bicara saja? Karena Andre
takut, begitu dia memiliki cinta itu, dia tidak bisa jauh dari cintanya,
padahal sudah dipastikan, Andre akan meneruskan kuliahnya di luar negeri.
Itulah kenapa, dia tidak menerima satu pun bunga cinta yang ditebarkan
siswi-siswi di sekolah padanya. Lagipula, Andre takut gadis-gadis lain akan
mengerjai Raina, jika Andre memilih Raina. Yah ...! Andre harus melindungi
gadis konyolnya itu, sekalipun si Konyol itu tidak tahu isi hatinya.
***
Tahun terakhir
Dia semakin cantik.
Si ulat telah berubah menjadi
kupu-kupu.
Si itik rupa telah menjadi angsa.
Dia seperti bintang yang berkilau
di langit.
Aku berharap bintang itu jatuh ke
dalam genggamanku.
Setelah
ujian nasional, berita kepergian Andre akhirnya sampai ke telinga Raina. Raina
yang tidak siap kehilangan cinta pertamanya langsung berlari ke kelas Andre,
tapi Andre tak ada. Raina terus saja mencarinya. Tapi, pencaariannya berubah
menjadi keputus asaan ketika dia mendapati Andre dan dia tak sendirian. Dia
bersama ____Kara____Sepupunya. Mereka berpelukan, hancur sudah rasa Raina yang
selama ini terpendam. Tidak akan ada lagi kesempatan untuknya....tidak ada.
***
Lima
tahun kemudian, Matahari bersinar begitu cerah. Tidak terlalu terik dan
berangin sejuk. Setelah menghadiri acara bedah buku, Raina memutuskan untuk
bersantai sejenak di taman stasiun TV yang Ia datangi.
“Aduh” Raina yang ceroboh tersandung batu
tersungkur ke rumput. Raina melihat ke sekitar, Dia tidak memperdulikan rasa
sakitnya, Dia hanya takut ada yang melihatnya, atau lebih parahnya ada yang
memotret nya ketika Dia jatuh. Bagi Raina yang kini sudah jadi Novelis
terkenal, akan sangat memalukan.
“
Are You Okay.” Raina terpaku, walaupun sudah setengah decade berlalu, suara
selembut itu masih saja
mengiang-ngiang di telinga dan pikirannya. “ Aku? Aku baik. See? Aku bisa
berdiri, Aku bisa melompat, And I’m Going Now.”
Andre
Tak bisa menahan senyumnya, Gadis konyolnya masih saja belum berubah. “ Raina
Amelia. Berhenti disitu,” seperti terhipnotis, Raina berhenti seketika. “
Berbalik,” Raina masih terhipnotis. “ FYI ! IT CALLED LOVE, kegugupan kamu,
kekonyolan kamu, itu namanya cinta. And I love You Too, Raina.”
***
30
Menit sebelumnya di Studio Galaxi TV.
“
Jadi, bisa Anda katakana alasan yang membuat anda menulis?” Tanya seorang
reporter
“
Well, dari kecil saya suka membaca, tapi tidak suka menulis, sampai.....”
“
Wah.. Anda membuat kami penasaran “
“
Sampai saya jatuh cinta untuk pertama kalinya. Itu saya juga tidak tahu itu
apa, setiap kali bertemu Dia, saya jadi gugup dan akhirnya bertingkah konyol
dan mempermalukan diri saya sendiri, Saya gila kan...? tapi... kalau tidak gila
bukan cinta namanya. Right? “
“
Absolutely right. Hmmm.....Saya penasaran apa cinta pertama Anda itu...”
“
Itu hanya cinta sepihak, tapi saya tetap bersyukur karena pernah menghiasi hari-hari
saya, karena tanpa Dia tidak Raina yang sekarang. Dan seandainya saya punya
kesempatan, saya ingin bilang pada orang itu....I LOVE YOU....Kamu adalah cinta
pertama ku dan segalanya bagiku. “
THE END
Cerpen ini dibuat oleh ku terinspirasi dengan sebuah film yang berasal dari Thailand yaitu, A Crazy Little Thing Called Love
Jika Aku Menjadi Seorang Pemimpin
SALAM PENGANTAR
Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Puji
syukur kehadirat Allah Yang Maha kuasa, yang selalu melimpahkan rahmat dan
hidayatNya ke seluruh alam dan tak lupa, shalawat dan salam kita panjatkan
untuk junjungan nabi besar kita, Rasullullah kita, Nabi Muhammad SAW.
Terima
kasih kepada seluruh keluarga, sahabat-sahabat dan semua pihak yang selama ini
ada untuk mendukung dan senantiasa menemani saya dalam suka dan duka. Tanpa
kalian, mungkin tidak akan ada Riyan yang sekarang, Riyan yang siap menjalani setiap
halau rintang yang menghadang, Riyan yang selalu optimis dan percaya bahwa
selalu ada jalan kalau kita percaya dan terus berusaha.
Terima
kasih karena telah menjadi bagian dari lembaran hidup saya dan semoga kalian
semua senantiasa dirahmati Allah Yang Maha Kuasa. Dan yang paling utama, semoga
kalian selalu dilimpahi kebahagiaan yang tiada tara.
Yang
selalu mendo’akan kalian,
RIYAN SAIFUL RIZAL
Waktu
Terlihat pandanganku, gerbang kehidupan yang baru
Seakan berkata, mengajakku ikut serta
Sejak detik ini, sampai detik nanti
Mulai hari ini, sampai esok nanti
Mulai saat ini, sampai dikemudian hari
Waktu yang lalu kini telah pergi
Selangkah demi selangkah, Kulangkahkan kaki Ku
Walau ragu-ragu dalam diriku
Hari esok tunggulah Aku
Sang waktu, cepatlah berlalu
Hari esok sabarlah menunggu
Aku pasti menggapaimu...
Siapa Aku?
Riyan Saiful Rizal (lahir Maret 22, 1995). Seorang manusia pecinta sastra, penyuka novel romance.
Enam belas tahun yang lalu, tepatnya 22 Maret 1995, Saya dilahirkan ke dunia ini. Saya adalah anak sulung dari tiga bersaudara. Ayah saya adalah seorang karyawan swasta, sedangkan ibu saya hanyalah seorang ibu rumah tangga. Selain anak sulung, saya juga satu-satunya anak lelaki di dalam keluarga saya. Saya mempunyai dua orang adik perempuan, Annisa Putri, si centil dan si bungsu Aulia yang begitu manja.
Nama saya Riyan Saiful Rizal. Kalian boleh memanggil saya, Riyan atau Ipul. Saya adalah seseorang yang selalu optimis dalam menjalankan sesuatu. Terkadang saya ragu, tapi saya harus tetap berjalan. Lagi pula, saat keraguan itu datang, saya selalu punya banyak hal yang bisa dijadikan motivasi untuk terus maju. Keluarga saya, sahabat-sahabat saya dan semua pihak yang selalu bisa saya andalkan untuk mengembalikan semangat yang telah hilang.
Mungkin bagi orang lain, Saya dilahirkan di keluarga biasa saja, tapi bagi Saya, Saya lahir di keluarga luar biasa, ramai dalam arti yang positif dan saling mendukung satu sama lain. Ayah saya tak banyak bicara, tapi begitu saya perlu sesuatu dia akan berusaha mengupayakannya. Ibu saya juga hanya seorang ibu rumah tangga biasa, tapi dia luar biasa memahami putranya ini. Kadang saya malah berfikir kalau ibu saya adalah seorang pembaca pikiran. Saat saya kesal, gelisah, bosan, ataupun saat saya merasa tidak enak badan, ibu saya selalu tahu, bahkan sebelum saya mengatakan sepatah katapun. Adik-adik saya juga, walau terkadang membuat saya kesal, mereka adalah bagian dari keramaian yang senantiasa melengkapi hidup saya. Tanpa mereka, mungkin hidup ini akan terasa sepi dan pastinya sangat-sangat membosankan.
Minggu, 27 Mei 2012
Mengapa???
Aku harus mendengar
Apa yang tak harus kudengar
Apa takut...mulut ini...
Tak bisa menahan semua
Dan membawaku...
Kedalam jurang dosa
Mengapa???
Aku harus melihat
Apa yang tak harus kulihat
Kecurangan itu...
Ketidak adilan itu...
Padahal...
Aku tak bisa berbuat apa-apa
Dan itu membuatku...
Terbenam dalam kalbu
Dan aku tak suka itu
Mengapa TUHAN???
Mengapa???
Dan semua jawaban ada di dalam hatiku,
Menunggu untuk kurengkuh sebagai Maha Guru Bijakku















