Kamis, 12 Oktober 2017

Don't Cry Allah Love You


Hidup bukan untuk disesali, bukan untuk ditangisi, bukan untuk disedihkan. Hidup adalah perjuangan untuk terus bangkit dari kegagalan dan kejatuhan. Dan orang yang berada di puncak adalah mereka yang sanggup mengelola jiwanya hingga kesedihan, kecemasan, kegalauan, berlutut menyerah tak berdaya.

Sulitnya hidup terkadang merupakan jalan dari Tuhan untuk mengasah potensi yang ada dalam diri manusia. Bukankah untuk menjadi pedang yang tajam sepotong besi harus rela dibakar dan dipukul berkali-kali? Bukankah untuk menghasilkan mutiara, seekor kerang harus rela menahan sakit yang berkepanjangan karena pasir yang mengendap di tubuhnya.

Bukankah untuk menjadi rajawali seekor burung elang harus rela menjalani proses transformasi yang sangat menyakitkan selama berbulan-bulan? Bukankah untuk menjadi kupu-kupu yang indah seekor ulat harus rela menjalani proses menjadi kepompong yang menyiksa?

Dan satu yang harus kita ingat, bahwa kesulitan yang justru membuatmu dekat dengan Tuhan, hakikatnya adalah anugerah. Dan kemudahan yang malah membuatmu jauh dari Tuhan hakikatnya adalah petaka.
Jangan sedih, Jangan kesal, Jangan menyerah, yakinlah, Allah senantiasa bersama kita ~ Ahmad Rifa'i Rif'an ~

Senin, 02 Oktober 2017

Cinta Bukan Hanya Teori


Cinta bukan sekedar teori...
Cinta itu perasaan yang tak bisa di ungkapkan.
Faktanya kalau kita lagi jatuh cinta
atau dekat dengan orang yang kita cintai
atau...jantung kita suka berdegup, badan kita gugup.
Sementara untuk berfikir, otak kita tertutup.
Maka dari itu orang yang sedang jatuh cinta itu sering salah tingkah.

Rabu, 08 Maret 2017

Sebuah Penantian yang Panjang Seekor Kupu-kupu



Di sebuah kota kecil yang tenang dan indah, ada sepasang laki-laki dan perempuan yang saling mencintai. Mereka selalu bersama memandang matahari terbit di puncak gunung, bersama di pesisir pantai menghantar matahari senja. Setiap orang yang bertemu dengan mereka tidak bisa tidak akan menghantar dengan pandangan kagum dan doa bahagia. Mereka saling mengasihi satu sama lain. 


Namun pada suatu hari, malang sang lelaki mengalami luka berat akibat sebuah kecelakaan. Ia berbaring di atas ranjang pasien beberapa malam tidak sadarkan diri di rumah sakit. Siang hari sang perempuan menjaga di depan ranjang dan dengan tiada henti memanggil-memanggil kekasih yang tidak sadar sedikitpun.

Malamnya ia ke gereja kecil di kota tersebut dan tak lupa berdoa kepada Tuhan Agar kekasihnya selamat. Air matanya sendiri hampir kering karena menangis sepanjang hari.

Seminggu telah berlalu, sang lelaki tetap pingsan tertidur seperti dulu, sedangkan si perempuan telah berubah menjadi pucat pasi dan lesu tidak terkira, namun ia tetap dengan susah payah bertahan.

Akhirnya pada suatu hari Tuhan terharu oleh keadaan perempuan yang setia dan teguh itu, lalu memutuskan memberikan kepada perempuan itu sebuah pengecualian kepada dirinya.

Tuhan bertanya kepadanya "Apakah kamu benar-benar bersedia menggunakan nyawamu sendiri untuk menukarnya?".

Si perempuan tanpa ragu sedikitpun menjawab "Ya".

Tuhan berkata "Baiklah, Aku bisa segera membuat kekasihmu sembuh kembali, namun kamu harus berjanji untuk mau menjelma menjadi kupu-kupu selama 3 tahun. Pertukaran seperti ini apakah kamu juga bersedia?". 

Si perempuan terharu setelah mendengarnya dan dengan jawaban yang pasti menjawab "saya bersedia!".


Tak terasa, hari telah terang. Si perempuan telah menjadi seekor kupu-kupu yang indah. Ia mohon Diri pada Tuhan lalu segera kembali ke rumah sakit. Alhasil, lelaki itu benar-benar telah siuman, bahkan ia sedang berbicara dengan seorang dokter. Namun sayang, ia tidak dapat mendengarnya sebab ia tak bisa masuk ke ruang itu. Dengan di sekati oleh kaca, ia hanya bisa memandang kekasihnya itu dari jauh.

Beberapa hari kemudian, sang lelaki telah sembuh. Namun ia sama sekali tidak bahagia. Ia mencari keberadaan sang perempuan pada setiap orang yang lewat, namun tidak ada yang tahu sebenarnya sang perempuan telah pergi kemana.

Sang lelaki sepanjang hari tidak makan dan istirahat terus mencari. Ia begitu rindu kepadanya, begitu inginnya bertemu dengan sang kekasih, namun sang perempuan Yang telah berubah menjadi kupu-kupu bukankah setiap saat selalu berputar di sampingnya? Hanya saja ia tidak bisa berteriak, tidak bisa memeluk. Ia hanya bisa memandangnya secara diam - diam.

Musim panas telah berakhir, angin musim gugur yang sejuk meniup jatuh daun pepohonan. Kupu-kupu mau tidak mau harus meninggalkan tempat tersebut lalu terakhir kali ia terbang dan hinggap di atas bahu sang lelaki.

Ia bermaksud menggunakan sayapnya yang kecil halus membelai wajahnya, menggunakan mulutnya yang kecil lembut mencium keningnya. Namun tubuhnya yang kecil dan lemah benar-benar tidak boleh di ketahui olehnya, sebuah gelombang suara tangisan yang sedih hanya dapat di dengar oleh kupu-kupu itu sendiri dan mau tidak mau, dengan berat hati, ia meninggalkan kekasihnya terbang ke arah yang jauh dengan membawa harapan.

Dalam sekejap telah tiba musim semi yang kedua, sang kupu-kupu dengan tidak sabarnya segera terbang kembali mencari kekasihnya yang lama di tinggalkannya. Namun di samping bayangan yang tak asing lagi ternyata telah berdiri seorang perempuan cantik. Dalam sekilas itu sang kupu-kupu nyaris jatuh dari angkasa. Ia benar-benar tidak percaya dengan pemandangan di depan matanya sendiri. Lebih tidak percaya lagi dengan omongan yang di bicarakan banyak orang. Orang-orang selalu menceritakan ketika hari natal, betapa parah sakit sang lelaki. Melukiskan betapa baik dan manisnya dokter perempuan itu. Bahkan melukiskan betapa sudah sewajarnya percintaan mereka dan tentu saja juga melukiskan bahwa sang lelaki sudah bahagia seperti dulu kala.

Sang kupu-kupu sangat sedih. Beberapa hari berikutnya ia seringkali melihat kekasihnya sendiri membawa perempuan itu ke gunung memandang matahari terbit, menghantar matahari senja di pesisir pantai. 

Segala yang pernah di milikinya dahulu dalam sekejap tokoh utamanya telah berganti seorang perempuan lain, sedangkan ia sendiri selain kadangkala bisa hinggap di atas bahunya, namun tidak dapat berbuat apa-apa.

Musim panas tahun ini sangat panjang. Sang kupu - kupu setiap hari terbang rendah dengan tersiksa dan ia sudah tidak memiliki keberanian lagi untuk mendekati kekasihnya sendiri.

Bisikan suara antara ia dengan perempuan itu, ia dan suara tawa bahagianya sudah cukup membuat hembusan napas dirinya berakhir, karenanya sebelum musim panas berakhir, sang kupu-kupu telah terbang berlalu. Bunga bersemi dan layu. Bunga layu dan bersemi lagi. Bagi seekor kupu-kupu, waktu seolah-olah hanya menandakan semua ini.

Musim panas pada tahun ketiga, sang kupu-kupu sudah tidak sering lagi pergi mengunjungi kekasihnya sendiri. Sang lelaki bekas kekasihnya itu mendekap perlahan bahu si perempuan, mencium lembut wajah perempuannya sendiri. Sama sekali tidak punya waktu memperhatikan seekor kupu-kupu yang hancur hatinya apalagi mengingat masa lalu.

Tiga tahun perjanjian Tuhan dengan sang kupu-kupu sudah akan segera berakhir, dan pada saat hari yang terakhir, kekasih si kupu-kupu melaksanakan pernikahan dengan perempuan itu.
Dalam kapel kecil telah dipenuhi orang-orang. Sang kupu-kupu secara diam-diam masuk ke dalam dan hinggap perlahan di atas pundak Tuhan. Ia mendengarkan sang kekasih yang berada dibawah berikrar di hadapan Tuhan dengan mengatakan "saya bersedia menikah dengannya!".

Ia memandangi sang kekasih memakaikan cincin ke tangan perempuan itu, kemudian memandangi mereka berciuman dengan mesranya


 lalu mengalirlah air mata sedih sang kupu-kupu.

Dengan pedih hati Tuhan menarik napas "Apakah kamu menyesal?"

Sang kupu-kupu mengeringkan air matanya "Tidak".

Tuhan lalu berkata di sertai seberkas kegembiraan, "Besok kamu sudah dapat kembali menjadi dirimu sendiri".

Sang kupu-kupu menggeleng-gelengkan kepalanya "Biarkanlah aku menjadi kupu-kupu seumur hidup".

Lalu berkatalah dia (kupu-kupu), 
“Ada beberapa kehilangan merupakan takdir. Ada beberapa pertemuan adalah yang tidak akan berakhir selamanya. Mencintai seseorang tidak mesti harus memiliki, namun memiliki seseorang maka harus benar-benar mencintainya". 

Sekian.

Jumat, 23 Desember 2016

Berhentilah Memerintah


Pemimpin sejati melayani. Melayani orang-orang. Meayai minat terbaik mereka. Dalam memipin, mereka tidak selalu bertindak populer, dan tidak juga selalu mengesankan. Tetapi pemimpin sejat selalu dimotivasi olh kepedulian kasih dibandingkan hasrat kejayaan pribadi dan merekapun bersedia membayar harganya. ~ Eugene B. Hacker
Dear Sahabat,

Memimpin yang efektif bukanlah mengenai bagaimana memerintah anak buah. Semua orang pun bisa melakukan hal itu jika dberi kekuasaan.

Memimpin yang efektif bukanlah mengenai bagaimana memerintah anak buah. Semua orang pun bisa melakukan hal tu jika diberi kekuasaan.

Memimpin yang efektif adalah sebuah seni melayani. Pemimpin yang memiliki banyak pengikut adalah pemimpin yang melayani.


Menurut pakar kepemimpinan John C. Maxwell, untuk menjadi orang besar kita harus mau menjadi yang paling kecil dan juga pelayanan bagi orang lain.


Layanilah orang lain dengan melakukan apa yang kita minta lakukan pada orang lain. Bersedia menyingsingkan lengan baju kia untuk bekerja. Otomatis Anda akan menjadi contoh bagi karyawan atau pengikut Anda.

Jadilah mentor mereka. Menjadi mentor adalah bagaimana kita mengubah seseorang menjadi seseorang yang lebih baik lagi.

Fokuslah juga pada solusi permasalahan, bukan pada kesalahan karyawan Anda. Formulassikan rencana tindakan Anda untuk mengatasinya.

Jika Anda ingin menjadi pemimpin pada tingkat tertinggi, bersedialah melayani orang yang paling rendah.

Kamis, 15 Desember 2016

Sahabat, Bersyukur Apapun Keadaannya


"Bangunlah sikap syukur dan syukurilah atas segala sesuatu yang terjadi pada diri Anda, melangkah ke depan untuk menerima sesuatu yang lebih besar dan lebih baik dari situasi Anda sekarang" ~ Brian Tracy
Dear, Sahabat,

Jika Anda sedanh sulit tidur, ingatlah pada orang-orang tunawisma yang tidak tidur di tempat tidur empuk dan taj berselimut.

Jika Anda terjebak dalam kemacetan, jangan kesal. Masih banyak orang yang terpaksa menarik gerobak sampah yang berat dengan berjalan kaki menuju tempat pembuangan sampah.

Jika Anda sedang mengalami hari yang mengesalkan di kantor, pikirkanlah orang-orang di luar sna yang masih belum mendapatkan pekerjaan.

Jika Anda sedang sedih dan kecewa karena hubungan cinta Anda sedang memburuk, pikirkanlah mengenai orang yang tidak tahu seperti apa rasanya mencintai dan dicintai.

Jika Anda mengeluh tidak punya sepatu baru, pikirkanlah orang-orang yang tidak memiliki kaki.

Jika Anda menemukan uban saat Anda bercermin, pikirkanlah pasien kanker yang dikemoterapi yang berharap rambutnya tetap utuh.

Jika Anda mengeluh negeri ini tidak banyak memberi untuk Anda, pikirkanlah negara lain yang saat ini sedang dilanda peperangan dan kelaparan.

Jika mobil Anda mogok dan Anda harus berjalan berkilo-kilo untuk mencari bantuan, pikirkanlah orang cacat yang ingin sekali berjalan seperti Anda.

Bersyukurlah Sahabat atas apapun situasi yang Anda alami dan berikan makna syukur untuk segala situasi yang Anda hadapi.

Sahabat, Diremehkan Dulu, Berhasil Kemudian


Jauhi orang-orang yang mencoba mengecilkan ambisi Anda. Orang kecil selalu melakukannya, tetapi orang yang benar-benar besar membuat Anda percaya bahwa Anda juga dapat menjadi besar ~ Mark Twain
Dear Sahabat,

Tidak perlu sedih dan berkecil hati jika orang lain meremehkan kemampuan Anda. Banyak orang sukses lainnya juga pernah mengalaminya.

Richard Branson - pendiri grup perusahaan Virgin dan wisata antariksa Virgin Galactic di usia 16 tahun pernah dikeluarkan dari sekolah karena mengidap disleksia dan dianggap buta angka karena tidak mampu mengerjakan perhitungan natematika paling sederhana sekalipun. Namun, dalam sebuah survei, ia malah digolongkan sebagai pria tercerdas di Inggris. Kerajaan bisnisnya merupakan 1 dari 40 perusahaan besar di dunia yang memperoleh pendapatan tahunan hampir US$4 miliar atau sekitar 35 triliun rupiah per tahun.

Charles Schultz juga pernah diremehkan. Dulu banyak orang tak menghargai bakatnya. Karyanya dianggap kampungan. Tapi ia tidak pernah menyerah. Ia melawan arus. Akhirnya ia berhasil memukau dunia dengan cerita kartun populer dalam sejarah, Peanut, yang telah muncul di 2.600 surat kabar dunia dalam 21 bahasa.

Ide Alexander Graham Bell juga pernah ditertawakan teman-temannya. Dianggap mustahil. Namun atas dorongan tanggung jawab untuk menolong kehidupan orang-orang tuna rungu, seperti yang dialami ibu dan istrinya, Alexander Graham Bell berhasil menciptakan pesawat telpon yang kini sangat berguna bagi umat manusia.

Sahabat, teruskan saja usahamu.

Orang-orang yang meremehkanmu adalah prang-orang yang tak tahu harus berbuat apa dalam hidup mereka

Rabu, 14 Desember 2016

Kisah Sang Angin


Temaram sinar bulan ini menemani Sang Angin merangkai cerita.
Tak lama berselang datanglah ia, Sang Cinta.

Sang Angin yang gundah menyatakan isi hatinya.

Aku tak sanggup bila begini katanya..
Bersembunyi dibalik bayang ini, itu tak baik. 
Kapan kita bisa keluar? Dan menatap mentari...
Menjadi seperti Angin yang menjemput awan,
Menjadi seperti Angin yang menyapa padang rumput.
Itu yang aku mau..
Tetapi harapan tinggal harapan..
Aku tahu mentari takkan tersenyum
Tidak untuk angin sepertiku, Aku tahu itu..

Mendengarnya, Sang Cinta pun berkata..

Terus mengeluh sekarang tak ada guna..
Lebih baik menatap masa depan dan berusaha.
Walaupun Aku tahu Mentari takkan tersenyum padamu.
Tetapi tak taukah engkau, bahwa senyum terindah ku akan senantiasa terpancar hanya untukmu...
Tanpa kau minta...
Menurutku,..
Kita jalani dulu semua liku liku
Sambil menunggu luluhnya waktu

Sebuah Penderitaan


Aku lusuh Bermandi Peluh
Mati membuluh
Namun hidup takkan mengeluh

Bangkit derai tawa 
Jangan pernah kalah pada Kurawa
Semangat harus jadi Pandawa
Biar kata tubuh tak bernyawa

Miring jangan pernah
Sinting tiada bergenah
Pada mati dipendam tanah
Tinggal tubuh memecah

Bangkit jangan hilang
Cari hidup sebelum pulang 
Walau menerobos ilalang 
Akan terbang seperti elang 
Berhenti dikata awan hilang

Menentu asa di hunus kelam
Menatap bulan di terangnya malam
Di Atlantik Titanic tenggelam

Mana tahu Romeo dan Juliet mati diliang kubur
Cacing tanah menembus berbaur
Kalau melihat kan kabur
Terfikir hati yang terpukur

Selasa, 13 Desember 2016

Aku Mulai Bisu


Aku mulai terbiasa ketika terabaikan,
Menikmati setiap kesepian dan ketergantungan yang mulai akrab akhir-akhir ini.
Mulai membenci setiap waktu yang menyatukan.
Kupilih menyepi karena berdua melelahkan,
Kau teramat 'benar'
Aku...? Telah habis waktuku.
Meski sekadar menarik ujung bibirku,
Untuk sebuah senyuman.
Bicaralah apa saja, mungkin laguku yang tak kunjung berirama.
Kelabunya syairku,....
Tak mungkin ku rangkai pelangi, jika waktu selalu menghadirkan badai..

"AKU MULAI BISU"

Tak teraba, dan tak merasa.
Menjadi asing di duniaku sendiri,
Mereka bicara tentang potret bahagia,
Tentang kemahsyuran ku dan dia, disudut ini, tak ada siapapun.
Hanya aku,...dengan sepi yang mulai membunuhku.
Ketika angin tak lagi menyejukkan,...pilu..

Kamis, 08 Desember 2016

Puisiku


Saat Aku melihatmu..yang kulihat adalah sebuah puisi indah yang bergerak yang..ohh..membuat mataku benci untuk berkedip.
Kau puisi yang melenggang disisiku. Nafasku terhentak hampa dari dadaku oleh gemulai lambaian tubuhmu..

Tidak ada ombak di laut, yang bisa mendekati keindahan dari alunan aroma kesurgaan yang terhantarkan dari kilauan ombak-ombak bayangan tubuhmu.

Tidak ada apapun yang bisa aku minta lagi darimu.

Kau..., Puisiku yang melenggangkan keindahan ini,
Aku dan Kau.. terlalu indah untuk kutata ulang..

Senin, 05 September 2016

Kisah Sukses Kerajaan Bisnis Nomor 1 Di Indonesia Milik Robert Budi Hartono


Kisah sukses Budi Hartono ini hal yang wajib kita ketahui. Apalagi bagi kita yang ingin sekali kaya dalam berwirausaha. Menjadi orang terkaya nomor satu di Indonesia selama beberapa tahun berturut-turut itulah R. Budi Hartono. Dalam kisah suksesnya Ia menjalankan nya tidak sendirian beliau beserta kakaknya Michael Bambang Hartono atau yang memiliki nama asli Oei Hwie Siang memang mendapatkan warisan dalam menekuni Perusahaan Djarum dari ayahnya, namun mereka menerima perusahaan tersebut dengan kondisi yang limbung setelah pabrik Djarum menderita kebakaran. Bagaimana kisah hidupnya, kok segitunya dia bisa mendapatkan harta. Mari pelajari di sini.
Mewarisi sebuah perusahaan merupakan hal yang wajar namun mengembangkannya menjadi sebuah kerajaan bisnis merupakan pencapaian luar biasa yang hanya bisa dilakukan oleh segelintir orang, dan salah satunya adalah Robert Budi Hartono yang merupakan pemilik kerajaan bisns Group Djarum, yang menurut data Forbes pada Maret 2011 merupakan orang kaya nomor 1 Indonesia selama beberapa tahun dan masuk dalam urutan 131 terkaya di dunia, dengan total kekayaan ditaksir mencapai 8,5 Milyar Dollar atau 82.50 Trilyun Rupiah.
R. Budi Hartono yang merupakan pemilik Grup Djarum, dilahirkan dengan nama lengkap Robert Budi Hartono pada tanggal 28 April 1941 di Kota Semarang, Ayahnya bernama Oei Wie Gwan pemilik usaha kecil Djarum Gramophon namanya diubah menjadi Djarum yang kelak menjadi sebuah perusahaan rokok terbesar di dunia. Robert Budi Hartono memiliki nama Tionghoa yaitu Oei Hwie Tjhong.
R. Budi Hartono menikahi seorang wanita bernama Widowati Hartono atau lebih akrab dengan nama Giok Hartono. Bersamanya, Pemilik PT Djarum ini memiliki tiga orang putra yang kesemuanya telah menyelesaikan pendidikan. Mereka adalah Victor Hartono, Martin Hartono, dan Armand Hartono. Yang menarik adalah ketiga putra nya tersebut kini juga telah sukses menjadi pengusaha layaknya ayah mereka. Bahkan bungsu mereka, Martin Hartono kini merupakan salah sosok berperngaruh di situs forum populer Kaskus.
Sebagai salah satu orang terkaya Indonesia, tentunya Anda bertanya-tanya darimana kekayaan yang dimiliki Robert Budi Hartono. Mari kita mulai dari titik awal Bos Djarum ini merintis karir.

Berawal Dari Djarum

PT. Djarum adalah sebuah perusahaan rokok di Indonesia yang bermarkas di Kudus, Jawa Tengah. Djarum merupakan salah satu dari tiga perusahaan rokok terbesar di Indonesia (dua lainnya adalah Gudang Garam dan HM Sampoerna).
Djarum sendiri adalah perusahaan yang berdiri pada saat Indonesia telah merdeka pada tahun 1951 (tepatnya 21 April 1951). Pendiri Djarum adalah Oei Wie Gwan. Lambang jarum yang digunakan oleh perusahaan ini adalah jarum grama phone. Pada tahun 1983 Djarum menjadi perseroaan terbatas, PT Djarum.
Berawal dari Mr. Oei Wie Gwan membeli usaha kecil dalam bidang kretek bernama Djarum Gramophon pada tahun 1951 mengubah namanya menjadi Djarum. Oei mulai memasarkan kretek dengan merek “Djarum” yang ternyata sukses di pasaran. Setelah kebakaran hampir memusnahkan perusahaan pada tahun 1963 (Oei meninggal tak lama kemudian), Djarum kembali bangkit dan memodernisasikan peralatan di pabriknya. Bersama kakaknya Michael Hartono, Robert di usianya yang ke 22 tahun menerima warisan salah satu perusahaan rokok ternama saat ini, Djarum.
Robert dan kakaknya yaitu Michael Budi Hartono menerima warisan ini setelah ayahnya meninggal. Pada saat itu pabrik perusahaan Djarum baru saja terbakar dan mengalami kondisi yang tidak stabil. Namun kemudian di tangan dua bersaudara Hartono, Perusahaan Djarum bisa bertumbuh menjadi perusahaan raksasa. Pada tahun 1972 Djarum mulai mengeskpor produk rokoknya ke luar negeri.
Tiga tahun kemudian Djarum memasarkan Djarum Filter, merek pertamanya yang diproduksi menggunakan mesin, diikuti merek Djarum Super yang diperkenalkan pada tahun 1981.  Saat ini, Di Amerika Serikat pun perusahaan rokok ini memilki pangsa pasar yang besar. Dan di negeri asalnya sendiri, Indonesia, produksi Djarum mencapai 48 milyar batang pertahun atau 20% dari total produksi nasional.
Seiring dengan pertumbuhannya, perusahaan rokok ini menjelma dari perusahaan rokok menjadi Group Bisnis yang berinvestasi di berbagai sektor. Djarum mereka, dilarang di Amerika Serikat sejak 2009 bersama dengan rokok kretek lainnya, karena telah diluncurkannya Dos Hermanos, sebuah cerutu premium pencampuran tembakau Brasil dan Indonesia. 
Robert Budi Hartono dengan Group Djarum yang dipimpinnya pun melebarkan sayap ke banyak sektor antara lain perbankan, properti, agrobisnis, elektronik dan multimedia. Diversifikasi bisnis dan investasi yang dilakukan Group Djarum ini memperkokoh Imperium Bisnisnya yang berawal di tahun 1951.

Sektor Agribisnis
Di sektor Agribisnis, Robert bersama Michael memiliki perkebunan sawit seluas 65.000 hektar yang terletak di provinsi Kalimantan Barat dari tahun 2008. Mereka bergerak di bawah payung Hartono Plantations Indonesia, salah satu bagian dari Group Djarum.

Sektor Properti
Di sektor ini, banyak proyek yang dijalankan di bawah kendali CEO Djarum ini, R. Budi Hartono, dan yang paling besar adalah mega proyek Grand Indonesia yang ditantangani pada tahun 2004 dan selesai pada tahun 2008. Proyek ini mencakup hotel (renovasi dari Hotel Indonesia), pusat belanja, gedung perkantoran 57 lantai dan apartemen. Total nilai investasinya 1,3 Triliun rupiah.

Sektor Perbankan

Pada tahun 2007, Majalah Globe Asia menyatakan Robert sebagai orang terkaya di Indonesia dengan kekayaan 4,2 miliar dolar AS atau sekitar 37,8 triliun rupiah. Pada tahun yang sama, R. Budi Hartono bersama kakaknya, Michael Hartono di bawah bendera Group Djarum melebarkan investasi ke sektor perbankan. Dan mereka menjadi pemegang saham utama, menguasai 51% saham, PT Bank Central Asia Tbk (BCA) yang merupakan salah satu bank terbesar di Indonesia saat ini.
Berdasarkan data dari Bank Indonesia akhir tahun 2011 nilai aset BCA sebesar Rp 380,927 Triliun (tiga ratus delapan puluh koma sembilan ratus dua puluh tujuh rupiah). BCA yang secara resmi berdiri pada tanggal 21 Februari 1957 dengan nama Bank Central Asia NV. Banyak hal telah dilalui sejak saat berdirinya itu, dan barangkali yang paling signifikan adalah krisis moneter yang terjadi di tahun 1997.
Krisis ini membawa dampak yang luar biasa pada keseluruhan sistem perbankan di Indonesia. Namun, secara khusus, kondisi ini mempengaruhi aliran dana tunai di BCA dan bahkan sempat mengancam kelanjutannya. Banyak nasabah menjadi panik lalu beramai-ramai menarik dana mereka. Akibatnya, bank terpaksa meminta bantuan dari pemerintah Indonesia. Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) lalu mengambil alih BCA di tahun 1998.
Berkat kebijaksanaan bisnis dan pengambilan keputusan yang arif, BCA berhasil pulih kembali dalam tahun yang sama. Di bulan Desember 1998, dana pihak ke tiga telah kembali ke tingkat sebelum krisis. Aset BCA mencapai Rp 67.93 triliun, padahal di bulan Desember 1997 hanya Rp 53.36 triliun. Kepercayaan masyarakat pada BCA telah sepenuhnya pulih, dan BCA diserahkan oleh BPPN ke Bank Indonesia di tahun 2000.
Selanjutnya, BCA mengambil langkah besar dengan menjadi perusahaan public. Penawaran Saham Perdana berlangsung di tahun 2000, dengan menjual saham sebesar 22,55% yang berasal dari divestasi BPPN. Setelah Penawaran Saham Perdana itu, BPPN masih menguasai 70,30% dari seluruh saham BCA. Penawaran saham ke dua dilaksanakan di bulan Juni dan Juli 2001, dengan BPPN mendivestasikan 10% lagi dari saham miliknya di BCA.
Dalam tahun 2002, IBRA melepas 51% dari sahamnya di BCA melalui tender penempatan privat yang strategis. Farindo Investment, Ltd., yang berbasis di Mauritius, memenangkan tender tersebut. Saat ini, BCA terus memperkokoh tradisi tata kelola perusahaan yang baik, kepatuhan penuh pada regulasi, pengelolaan risiko secara baik dan komitmen pada nasabahnya baik sebagai bank transaksional maupun sebagai lembaga intermediasi finansial.

Sektor Elektronik dan Multimedia

Salah satu bisnis Group Djarum di sektor ini bergerak di bawah bendera Polytron yang telah beroperasi lebih dari 30 tahun. Perusahaan Polytron ini kini juga memproduksi ponsel yang sebelumnya hanya meproduksi AC, kulkas, produk video dan audio, dan dispenser.

Sektor Lainnya
Salah satu sektor bisnis yang baru mulai berkembang di Indonesia adalah bisnis online. Group Djarum pun tertarik untuk “menikmatinya” lewat perusahaannya Global Digital Prima Venture. Melalui perusahaan yang baru dibuat yakni Ventures Global Prima Digital, mereka jmembeli Kaskus, yang merupakan salah satu situs terbesar di Indonesia. Ya pantes sekali kalau hartanya sedemikian banyak.

Bukti Eksistensi Group Djarum
Gedung pencakar langit di kompleks mega proyek Grand Indonesia diberi nama Menara BCA. Karena bank BCA menjadi penyewa utamanya dari tahun 2007 hingga 2035. Dengan demikian tergabunglah lingkungan operasional dua raksasa bisnis Indonesia di tengah-tengah pusat ibukota yang menjadi bukti keberkuasaan Djarum di kancah bisnis Indonesia.
Disisi lain, Robert Budi Hartono Sangat menyukai olahraga bulutangkis yang bermula dari sekedar hobi lalu mendirikan Perkumpulan Bulutangkis (PB) Djarum pada tahun 1969. Dari lapangan bulutangkis di tempat melinting kretek, Robert Budi Hartono menemukan talenta anak muda berbakat asli Kudus. Anak muda itu dimatanya, memiliki semangat juang yang tinggi, mental yang hebat dan fisik yang prima. Tak salah intuisinya, karena dalam kurun waktu yang tidak lama, anak itu mengharumkan nama bangsa di pentas dunia. Anak muda itu adalah Liem Swie King, yang terkenal dengan julukan “King Smash”.
Siapa sih yang tidak ingin menjadi seperti Opa Robert Budi Hartono ini. Patut dicontoh bahwa saat usianya masih muda beliau sangat giat berusaha dan bekerja keras. Hasilnya dimasa tuanya kini Ia bisa hidup tenang menikmati hasil dari jerih payahnya.
Dan satu hal yang patut menjadi inspirasi dan motivasi bagi kita semua adalah paduan kerjasama yang apik dari Hartono Bersaudara merupakan lambang kerja sama dari dua orang yang memulai bisnis dari nol dan kemudan berhasil mengelola warisan mereka tanpa adanya persaingan dan perebutan warisan yang umumnya terjadi pada sebuah keluarga yang memilki usaha warisan keluarga. Kerja sama dan persaudaraan jauh lebih penting dan lebih menguntungkan dibandingkan dengan warisan kekayaan yang banyak namun harus memutuskan tali persaudaraan. Jadi salah satu kunci kesuksesan sebuah kerajaan bisnis adalah dengan menjalin kerja sama dengan anggota keluarga yang memiliki visi dan misi yang sama dengan anggota keluarga yang memiliki visi dan misi yang sama dengan ikatan bisnis yang profesional dan kekeluargaan.
Nah, Untuk yang sekarang masih bermalas-malasan, bagaimana kehidupan kita kalau sudah nanti? Jadi sudah harus disiapkan dari saat ini ya Kawan.
Referensi :

http://id.wikipedia.org/wiki/Robert_Budi_Hartono
http://www.harianjogja.com/baca/2013/07/11/orang-terkaya-dunia-2013-di-indonesia-r-budi-hartono-bos-djarum-terkaya-aset-rp825-triliun-424707

Selasa, 01 Maret 2016

Terkekang


Raga ku terpaku diam disudut ruangan
Meratapi kesedihan dan kesengsaraan yang terjadi
Mengapa aku menjalani kehidupan seperti ini
Kedua kaki yang terikat oleh lantai-lantai persegi putih merintih untuk melangkah keluar melihat bermacam-macam aktifitas kehidupan...
Jiwa ku terkekang oleh lingkungan yang telah kujalani selama ini..
Yaa aku adalah manusia yang tidak pernah bisa merasakan kebebasan untuk mengikuti langkah kaki dan meninggalkan jejak untuk mengejar suatu kenikmatan duniawi...apa artinya hidup jika terlalu banyak kekangan...membuat diriku semakin menderita...

Meskipun begitu saat ini aku punya seseorang yang mampu membuat kesedihan dan kesengsaraan ini perlahan lenyap walaupun telah ribuan kali kau telah membuat hati ku hancur dan mentakitiku...aku tahu betul apa yg mmbuat ku jg merasa menderita meskipun aku memiliki mu dalam hidupku..yaa karena kekangan itu yang membuat ku tidak bisa bebas menjalani hari-hari ku bersamamu...dan karena hal itu juga yg membuat lubang pertengkaran itu muncul...aku bisaa merasakan betapa menderitanya kamu yang tidak bisa mengajak ku bebas kemanapun yang kamu mau...aku sudah lelah hidup seperti ini...aku pun tahu keinginan mu untuk mengenalkan ku pada orang-orang disekitarmu, mengajak ku melihat indahnya dunia, pergi bersama disetiap saat..

Tidak itu mustahil...
Aku tidak bisa seperti itu..
Jiwaku terikat..
Ragaku terkekang..

Diluar aku terlihat wanita yang tangguh kuat dan bahagia...
Tetapi dalam jiwaku aku berteriak..yang terlihat seperti budak dengan ikatan rantai di kedua kaki dan tanganku...

Yang aku harapkan adalah agar kamu bisa bertahan...mskipun kau mencoba berthan dan akan runtuh tetapi yang kuharapkan agar kau tidak akan pernah menyerah..

Karena ku akan tetap menunggu, agar ada seseorang bisaa melepaskan semua ikatan ini dan membawa ku pergi bersama menjalani kehidupan nan indah dan tentram...aku berharap kamu yang akan bisa melepaskan ku..

ミ★ι мιѕѕ Ï…★彡 

Selasa, 23 Juni 2015

~oOo Kalau brondong jatuh cinta oOo~




Aku benci hari senin. Kenapa? Karena hari senin adalah akhir dari hari bersantaiku, kutukan bagi waktu bermalas-malasanku, dan awal dari kepenatanku. Ya menghadapi pelajaran, guru-guru yang killernya minta ampun, menghadapi kemacetan ibukota yang luar binasa cetar membahana, belum lagi anak-anak rese di sekolah. Biasalah ababil, alias abg labil.
Eits, jangan salah, itu dulu. Tapi sekarang, aku suka sekali hari senin. Kenapa? Karena senin adalah awal hari dimana aku bisa melihat kelucuan dan senyumnya, hari dimana aku bisa melepas rindu akhir pekanku, hari dimana aku bisa tersenyum seperti orang gila hanya karena.....dia. Ya, dia. Cowok rese super duper nyebelin yang selalu saja mengisengiku. Lumayan sih tampangnya dan lumayan juga karena kelakuannya yang ajaib bisa menciptakan rasa ajaib yang ajaibnya bisa membuatku jadi ragil alias rada gila.
“Kenapa lo Han?” tanya Tita yang memergokiku sedang cengar-cengir di kelas.
“Ah? Enggak. Itu tadi ada dewa idung lewat.” ucapku tak sadar dan membuat Tita langsung keheranan.
“Dewa idung?” tanya Tita ingin tahu.
Akupun langsung gelagapan. Begini nih, kalau brondong seperti aku jatuh cinta. Baru mengenal cinta, belum tahu apa ini benar-benar cinta apa cuma cinta monyet, belum bisa menahan emosi dan gejolak hati. Lengah sedikit langsung ketahuan. Sumpah, tidak ada hal yang lebih memalukan lagi selain ketahuan isi hati. Wajahku pun langsung merona.

Tapi, siapapun kalian yang merasakan rasa aneh yang sama, jangan khawatir. Kalau brondong jatuh cinta sudah pasti jadi tidak karuan. Asam manis pedas rasanya. Meski begitu, jangan sampai rasa jatuh cinta yang baru kita rasakan itu merusak kehidupan brondong kita yang indah. Orang bijak bilang manusia itu menguasai cinta, bukan dikuasai cinta. Wuih, Dahsyat! Begini nih kalau brondong jatuh cinta, penyair kelas dunia juga lewat. Kakakakak......^_^ 

Rabu, 22 April 2015

~oOo ILU SOMISSU oOo~


~oOo ILU SOMISSU oOo~

Hari ini adalah hari Senin. Hari paling membosankan bagi Ragil. Yah, walaupun bagi cowok 180 cm ini, semua hari memang membosankan. Tapi dari 7 hari yang semuanya membosankan, hari Seninlah yang teramat sangat membosankan bagi pemilik nama lengkap Ragil Antaresta Raya Akbar ini. Pasalnya, di hari senin lah dia harus bertarung urat syaraf. Mulai dari perjuangan ke sekolah yang macetnya luar biasa, ritual purba upacara yang herannya tidak pernah lekang oleh jaman, belum lagi jadwal pelajaran yang terkutuk semua berkumpul menjadi satu, di hari apa??? Hari Senin, Ragil tak mengenal hari Senin, dia hanya tahu MONDAY EQUALS HELLDAY. Ugh >_<
Untunglah hari ini MID TEST, jadi upacara ditiadakan. Hurrraaay          \ (^_^) /. Oh…no, salah, biarpun lumayan melegakan karena tidak ada acara berdiri bak tentara nggak jadi ( upacara maksudnya ), tapi jadwal hari ini adalah kimia & matematika. Ha! Never worst than this.
Tapi sekarang lebih baik, karena Ragil yang hanya tertarik dengan olahraga dan otomotif, kini menemukan motivasi baru di hidupnya. Bahasa elitenya “AUFKLARUNG alias pencerahan” Beh___ dan apa itu? Tepatnya adalah siapa.
Dia adalah Palupi Regina. Murid pindahan ayu manis binti jelita yang bikin Ragil jadi rada gila. Lah, kok kalau disingkat jadi Ragil Yah??? (sumpah, ini hanya kebetulan semata, hehehe :D). Intinya gadis innocent yang biasa dipanggil Upi itu langsung menjerat hati Ragil. Menawannya dalam taman cinta yang DPD___Bukan Dewan Perwakilan Daerah tapi Debaran per Detik__  jantung Ragil jadi abnormal.
Sialnya, pesona Ragil yang selalu jadi bintang lapangan basket ini, yang senyum mautnya membuat gadis-gadis di SMUnya luluh lantak, bertekuk lutut, halah, tidak berlaku untuk Upi. Malah Upi bete abis karena merasa Ragil selalu TP alias Tebar Pesona di depan semua cewek-cewek. Pokoknya, di mata Upi yang sayu itu, Ragil cuma Playboy kadal berotak udang yang nggak meaning lah pokoknya.
“Hey, number one!” panggil Ragil saat melihat Upi melewatinya begitu saja saat jam istirahat. Upi tak menyahut panggilan cowok itu. Ragil tak mudah putus asa. Dia sudah biasa diacuhkan gadis itu.
“Cinta………” panggilnya manja.
Yes! Ucap Ragil dalam hati saat melihat Upi berhenti, berbalik. Yah, walaupun memasang muka seram. Bagi Ragil itu lebih baik dari pada diacuhkan seperti batu. Lagipula, Upi tetap terlihat manis saat marah.
“Denger ya tuan sok ganteng, sok eksis, sok over pede. Jangan pernah memanggil ku seperti itu. Nanti orang pikir kita ini pacaran.”
Ragil tersenyum. Memang itu yang dia harapkan.
“Tapi, Cuma kalau aku panggil cinta kamu mau nengok.”
“What? Tau ah. Facing you just waste my time.” Upipun pergi dengan kesal.
Ragil masih belum menyerah, Walaupun Upi jutek, tapi setelah kejadian bulan lalu, dia yakin Upi juga memiliki perasaan padanya.
“Cinta.” Panggil Ragil lagi.
Upi yang ngeloyor, berhenti lagi dan berbalik lagi.
“Sumpah demi Tuhan RARA”
“RARA???” Ragil keheranan sekaligus kebingungan. Kenapa Upi memanggil Ragil dengan sebutan RARA? Nama cewek pula.
“Iya, RARA, Ragil Antaresta Raya Akbar, RA____RA. Oh shit! Masa bodolah. Yang jelas kamu bilang sendiri. Apa itu? Ehm…ehm..Oh shit!”
Ragil tersenyum melihat si pintar linglung. Upi begitu menggemaskan. Jadi mana mungkin dia tidak jatuh hati pada gadis berkulit putih itu.
“ILU SOMISSU?”
“Iya, whatever. Aku denger semuanya, ILU SOMISSU ( Iya LU SOmbong MISkin pluS BelagU) itu berarti aku kan? Aku pikir… ah tidak, sudahlah. Aku pasti tidak berpikir…”
Ragil menggenggam tangan Upi yang gemetaran. Gadis itu pasti sudah mendengar percakapannya dengan teman-temannya waktu itu. Upi marah. Berarti dia memang punya perasaan pada Ragil. Hati Ragil melonjak kegirangan.
“Aku bohong sama mereka. I’m just afraid they will hurt you if they knew what I’am feeling to you.”
Upi jadi gugup. Dia sendiri sadar, benci yang dulu ia rasakan pada Ragil telah sirna entah kemana, apalagi ditambah pertemuan-pertemuan tak terduga mereka. Upi, gadis manis usia tujuh belas tahun, jatuh cinta untuk pertama kalinya.
“Palupi Regina, cintaku. ILU SOMISSU, I LOVE YOU and SO MISS YOU…”
Dan runtuhlah semua kekeras kepalaan Upi. Dia merasa begitu konyol karena telah salah paham. Matanya terpaku pada Ragil. Dia tidak bisa membohongi perasaan yang carut marut di hati kecilnya itu. Ragilpun tidak membuang-buang waktu. Dia langsung menembak Upi untuk jadi pacarnya. Upi tak menjawab. Gadis itu hanya diam membisu. Tapi justru dari diamnyalah Ragil tahu, itu adalah iya bagi seorang Palupi Regina. Merekapun jadian di hari Senin itu. Mengingat teman-teman Ragil yang rada rasisme , belum lagi penggemar Ragil yang kebanyakan adalah cewek-cewek agresif yang bisa mengancam Upi, Selama berbulan-bulan mereka backstreet. Tapi akhirnya, pada suatu valentine yang indah. Ragil mendeklarasikan hubungan mereka. Mengakibatkan shock bagi teman-teman borjuisnya juga bagi para penggemarnya.
Tapi yang jelas, NO MORE HELL DAY lagi bagi Ragil. Bahkan setiap hari kini menjadi SUNNY DAY. See! Cinta itu bisa merubah segalanya. Dari hal negatif menjadi suatu hal yang positif. Thanks to Lovely Cinta, Upi..


C.I.N.T.A


C.I.N.T.A

C.I.N.T.A___ CINTA. Satu kata berjuta makna. Gara-gara cinta orang bisa gila. Bahkan gara-gara cinta, seseorang bisa kehilangan nyawa. Aku dulu tidak terlalu peduli tentang cinta, tapi saat aku menginjak usia 17 tahun, aku mulai merasakan apa yang disebut dengan C.I.N.T.A___CINTA.
***
Dua tahun yang lalu.
Aku sedang menghadiri pesta temanku saat aku pertama kali melihatnya. Gadis manis bergaun putih dengan rambut panjang terurai, namanya Karenina Anindita. Aku melihatnya ketika dia sedang main  piano di acara itu. Dan setelah itu, aku selalu memikirkannya.
Sejak perkenalan kami, aku tak pernah bisa melupakannya. Aku mencari tahu tentang gadis itu dan ternyata dia sebaya denganku. Kami sama-sama masih di kelas dua SMU. Aku mencari cara untuk mendekatinya. Dan saat ada kompetisi basket antar sekolah yang kebetulan diadakan di sekolahnya, aku langsung mengambil kesempatan itu.
Tapi sayang sepanjang pertandingan, aku tidak melihat gadis yang biasa dipanggil Nina itu. Iya sih, dari tampangnya kelihatan sekali dia tidak suka olah raga. Tapi, ini kan basket. Siapa yang tidak ingin melihat pertandingan basket. Bukannya para siswi selalu mengidolakan pemain basket sekolah mereka untuk jadi pacar? Nina memang berbeda. Dari awal aku tahu dia adalah gadis spesial. Dia lain dari pada yang lain.
“AAKKHH.” karena melamun aku tidak sadar ada tim lawan  di belakangku dan aku pun ditabrak.
Aku langsung jatuh tersungkur. Saat aku jatuh kakiku terlekuk dan alhasil kakiku terkilir. Rasa sakitnya luar biasa. Akupun langsung dibawa ke UKS. Dan di sanalah akhirnya aku menemukannya.
“Nin, tolong ambil minyak tawon.” kata guru olah raga SMU 19, sekolah yang kudatangi.
Nina tak menjawab, hanya menuruti perintah gurunya. Aku belum berkata apa-apa. Gadis itupun sama. Kakiku benar-benar terasa nyeri. Guru olah raga itu menyuruh temanku yang tadi membawaku kembali ke lapangan. Biar bagaimanapun, pertandingan harus tetap dilanjutkan. Aku menjerit-jerit saat guru itu mengurut kakiku. Sial. Aku malu sekali. Nina melihatku dengan iba. Malu…malu…
“Nin, kamu tolong temenin anak ini dulu ya. Bapak masih harus ke lapangan.” kata guru itu lalu pergi  setelah melihat muridnya menyanggupi.
Hatiku langsung berbunga-bunga. Akhirnya kesempatanku untuk mendekati gadis itu datang juga. Aku berdeham. Aku harus terlihat berwibawa kali ini.
“Apa sangat sakit?” tanyanya pelan sambil duduk di sisi ranjang yang kutempati.
“Ah..enggak.. biasa aja.” kataku pura-pura, padahal rasa sakitnya seperti kakiku terpelintir hebat.
Dia tersenyum. Gadis di depanku tersenyum. Manisnya…..
“Kamu nggak nonton basket?”
Dia menggeleng. Dia memberiku sepotong coklat dan meletakkan sisanya di meja. Akupun mengambil coklat itu tanpa basa-basi.
“Coklat mengandung endorfin, bagus untuk mengalihkan pikiran. Jadi, mungkin kamu bisa lupa rasa nyerinya.”
Betapa baiknya dia padaku. Seharusnya dia tidak perlu memberikan apapun, kehadirannya saja sudah menjadi anastesi untukku. Aku bahkan sudah lupa nyeri hebat di kakiku saat melihat wajahnya. Aku tersenyum dan mengucapkan terima kasih atas ketulusannya.
“Sedang apa di sini?” tanyaku sambil mengunyah coklat pemberiannya.
Dia hanya menggeleng tanpa kata. Dia pelit sekali dalam kata. Tiap kali bertanya, dia hanya menjawabnya dengan menggelengkan kepalanya.
“Boleh pinjem handphone kamu nggak?” pintaku tanpa basa-basi.
Aku harus bergerak cepat. Aku belum tahu kapan kami bisa berjumpa lagi, jadi paling tidak aku harus berbuat sesuatu saat ini. Nina langsung memberikan handphonenya tanpa curiga sedikitpun.
Setelah memastikan nomornya dan nomorku tersimpan di handphone kami masing-masing, aku mengembalikan ponselnya yang berwarna putih itu. Dia menerima handphonenya dengan keheranan. Aku hanya tersenyum. Siapa suruh dia percaya padaku?
***
Karena aku sudah punya nomor handphone gadis itu, aku jadi suka meneleponnya atau hanya sekedar mengirim pesan pendek. Tapi seperti biasa, dia selalu pelit dalam kata. Dia hanya menjawab smsku dengan kata ya, tidak atau malah hanya berupa gumaman, seperti em, oh. Pokoknya gadis itu benar-benar membuatku uring-uringan. Baru kali ini aku jatuh cinta, dan sekalinya jatuh cinta aku malah jatuh cinta pada gadis yang sulit didekati.
“Yu, Nina itu sukanya apa sih? Udah seminggu aku deketin dia, tapi kayaknya nggak ada kemajuan. Gini-gini aja.” tanyaku pada Ayu, sepupuku yang juga teman Nina di kelas piano. Mereka berdua sama-sama ikut kursus.
“Kamu suka ya sama Nina? Percuma kamu nggak akan berhasil. Udah nyerah aja.”
Dasar Ayu, bukannya membantu malah menjatuhkan orang seperti itu.
“Kita liat aja nanti. Aku pasti dapetin dia.” ucapku percaya diri.
***
Hari ini tempat kursus Ayu, sepupuku, akan mengadakan resital piano. Aku tidak memberitahu Nina kalau aku akan datang melihat penampilannya. Aku ingin mengejutkan pujaan hatiku itu.
“Yah ampun Raka, aku nggak nyangka kamu mau dateng.” kata Ayu girang.
Siapa juga yang mau melihatnya? Aku sudah bosan melihat Ayu yang selalu disuruh bermain piano di acara keluarga kami. Dasar.
“Maaf sayang, tapi aku mau lihat bidadari, bukannya buntelan nggak jelas kayak kamu.” sindirku yang membuat Ayu cemberut dan langsung mengadu pada orang tuanya.
Aku begitu terpana melihat permainan Nina. Walaupun aku tidak mengerti piano, tapi permainan piano Nina sepertinya sangat dihayati. Beberapa penonton terlihat menangis, mereka pastilah mengerti makna dari lagu itu. Setelah selesai, penonton memberikan standing applause. Akupun tak ketinggalan.
“Permainan kamu bagus.” pujiku di ruang rias.
Gadis itu sedikit terkejut. Sepertinya dia tidak suka dengan kehadiranku. Aku sedikit kecewa. Padahal aku sangat senang bertemu dengannya. Dia memang terkejut, tapi tidak seperti yang kuharapkan.
“Ayu kan lagi tampil, kok kamu malah ke sini?” tanyanya padaku.
“Cause I wanna see you.” jawabku jujur.
Nina terdiam. Dia melirik sebentar ke arah pintu, entah melirik apa, lalu berdiri dan berhadapan denganku. Ya Tuhan… dia cantik sekali. Nina memakai gaun terusan putih sederhana tapi terlihat begitu anggun di tubuh mungilnya. Kurasa putih adalah warna kesukaannya. Dia menguncir sedikit rambutnya kebelakang dan membiarkan sisanya terurai jatuh. Dia benar-benar cantik. Aku pasti sangat bahagia jika bisa menjadikan dia pacarku dan membelai rambut halus gadis manis itu.
“Ada yang harus aku luruskan Raka.” katanya dengan wajah yang sedikit pucat. Apa dia sedang sakit?
“Ya??” aku menunggunya bicara.
“Kita hanya boleh berteman.”
Aku tidak mengerti. Apa isi hatiku sudah ketahuan?
“Well, for now…but..”
“Forever. Kita hanya akan jadi teman__selamanya.” katanya tegas tidak membiarkanku menyelesaikan apa yang ingin kuucapkan.
Dia tidak membiarkanku masuk ke dalam hatinya. Mungkin benar kata Ayu, aku tidak mungkin bisa mendekati Nina, tapi aku tidak akan menyerah.
“Kenapa?” tanyaku ingin tahu.
Tapi belum juga dia menjawab pertanyaanku, ibunya datang dan mengajaknya pergi. Meninggalkanku yang hancur karena penolakannya. Kami belum memulai apapun, tapi dengan kejamnya dia menyuruhku mengakhiri perasaan ini. Tuhan… apa yang harus aku lakukan?
***
Sudah sebulan berlalu, aku mencoba untuk menenangkan hatiku. Tapi, kalau aku terus menyakiti hatiku seperti ini, mungkin aku bisa gila. Aku harus menemuinya. Aku tidak percaya kalau ketulusanku tidak bisa mencairkan kekerasan hatinya.
Kebetulan sekali aku harus menjemput Ayu hari ini karena supirnya sedang pulang kampung. Kurasa aku bisa menemuinya. Dan disanalah dia. Aku melihatnya keluar bersama sepupuku. Jantungku langsung berdegup kencang. Sudah sebulan ini aku merindukannya. Wajahnya selalu menghantui tidurku. Dan kini bayangannya jatuh tepat di sudut mataku. Tuhan….aku mencintainya….
“Hari ini Nina nggak ada yang jemput, nanti abis nganter aku, anterin Nina ya?”
“Tapi…Yu, aku bisa naik taksi.”
“Nggak ada. Nggak ada. Ngapain kamu naik taksi kalo kita punya supir gratisan. Iya nggak Ka? Hehehe…” kata Ayu menyebalkan.
“Iya. Thanks Yu. Lagian, ada yang mau aku ngomongin sama kamu. Please..” kataku lalu membukakan pintu depan untuknya.
Ayu yang sudah tahu perasaanku mengalah dan langsung ke kursi belakang. Setelah mengantar Ayu, suasana jadi hening. Nina tidak berbicara sepatah katapun. Aku juga sendiri gugup karena sudah sebulan ini kami tidak berkomunikasi sama sekali. Tiba-tiba aku berpikiran gila.
“Apa bisa temani aku sebentar?” pintaku putus asa.
“Maaf, tapi aku harus segera pulang.” tolaknya tanpa pikir lagi.
“Kumohon.” kataku lagi.
Aku benar-benar tidak tahu harus berkata apa lagi kalau kali ini dia masih juga menolakku. Tapi untungnya dia tidak menolak. Dia hanya terdiam dan  memandang keluar jendela. Nina….apa kau memikirkanku sebanyak aku memikirkanmu?
***
Kami tiba di sebuah taman kota. Aku langsung membukakan pintu untuk si gadis yang hobi menghancurkan hatiku itu. Dia terlihat manis dengan terusan kuning gading dan bandana putih yang dikenakannya. Aku penasaran, apakah siswa-siswa di sekolahnya juga mengejar cintanya seperti yang kulakukan selama ini?
Nina mendekati air mancur. Berdiri dengan pandangan kosong. Aku ingin sekali bisa membaca pikiran gadis itu? Dia terlihat seperti orang yang mempunyai masalah pelik, tapi aku tidak tahu apa itu. Sejak pertama aku mengenalnya, aku hampir tidak pernah melihatnya tersenyum. Padahal aku yakin, dia pasti terlihat sangat menawan jika tersenyum.
“Jangan jatuh cinta padaku Raka, kamu hanya akan menderita.” katanya saat menyadari keberadaanku di sampingnya.
“Kenapa?”
Dia tidak menjawab.
“Ada yang bilang cinta itu kadang memang menyakitkan, tapi kalau itu bisa membuatku bersama kamu, maka aku ingin tetap merasakan sakitnya. Aku sudah tidak bisa mundur lagi Na, aku sudah jatuh terlalu dalam.” kataku sungguh-sungguh.
“CUKUP!” teriaknya mengejutkanku.
Aku sudah duga. Pasti dia menyembunyikan sesuatu dariku. Sesuatu yang membuat dia menutup hatinya untukku dan mungkin banyak pria lain yang mengejarnya selama ini.
“Kamu tidak akan mengerti Raka. Kamu tidak boleh cinta sama aku. Siapapun tidak boleh mencintaiku. Tidak boleh. Pokoknya tidak boleh.”
“Tapi kenapa Na? Paling tidak kamu harus kasih alasan yang jelas. Aku nggak ngerti kamu ngomong apa?”
Jelas saja aku tidak mengerti kenapa gadis itu jadi histeris. Dia menangis tanpa aku tahu kenapa dia menangis. Apa dia tersiksa karena dia juga punya perasaannya yang sama denganku? Apa Nina mencintaiku seperti aku mencintainya?
“Kenapa Na? Kenapa? Kenapa aku nggak boleh masuk ke dalam hati kamu? Kenapa nggak kamu buka hati kamu buat aku? Kenapa???”
“Karena aku akan mati. Karena hidupku nggak akan lama lagi. Apa kamu ngerti? Aku nggak punya hak untuk jatuh cinta. Aku nggak punya hak untuk mencintai siapapun. Aku…. Aku sekarat. Aku benar-benar sekarat. Jadi sebaiknya kamu pergi. Tinggalin aku sendiri.” raung Nina dengan air mata berlinang.
Kata-kata Nina seperti petir yang menyambarku. Memangnya dia sakit apa? Aku melihat Nina terjongkok dan menyembunyikan wajahnya yang basah dengan air mata. Dia mencintaiku. Dia pasti mencintaiku. Kalau dia tidak mencintaiku, dia tidak akan menderita seperti itu.
Aku mengangkat tubuh mungil itu dan menegakkannya. Aku memegang wajah gadis yang kucintai itu dengan kedua tanganku. Matanya sembab, dan dia masih sesenggukan.
“Apa kamu cinta sama aku?” tanyaku sungguh-sungguh.
Dia tidak menjawab dan hanya berusaha untuk melepaskan diri dariku. Tapi aku tidak akan membuatnya menghindariku lagi. Ini harus diselesaikan saat ini juga.
“Sumpah demi Tuhan, Karenina. Apa kamu cinta sama aku?” tanyaku sekali lagi.
Dia menggigiti bibirnya, menangis tersedu-sedu dan akhirnya mengangguk. Aku benar-benar bahagia, karena ternyata cintaku tidak bertepuk sebelah tangan. Ini bukan hanya cinta sepihak seperti yang selama ini kukira. Aku mencintainya dan dia mencintaiku. Cuma itu yang kubutuhkan saat ini.
Aku langsung memeluk gadis ringkih itu. Dia tambah terisak-isak. Aku memeluknya tambah erat dan berbisik perlahan.
“Aku tidak peduli berapa sisa umur yang kamu punya. Sekalipun umur kamu tinggal sehari aku juga tidak akan peduli. Aku hanya peduli kalau saat ini aku cinta sama kamu dan kamu cinta sama aku. Cuma itu yang perlu aku tahu.”
***
Aku bahagia sekaligus sedih. Bahagia karena sekarang, Nina sudah mau membuka hatinya untukku. Sedih, karena aku akhirnya tahu alasan yang membuat Nina menutup diri dariku. Nina, gadis yang kucintai itu. Setahun yang lalu, dia divonis kanker kelenjar getah bening. Dia sudah mengikuti banyak pengobatan. Tapi, kanker itu datang lagi dan terus menggerogoti tubuhnya. Kini, kanker ganas itu sudah berkembang menjadi stadium tiga dan seperti yang dia katakan, mungkin waktunya tidak akan lama lagi.
Tapi, aku tidak peduli. Hidup mati itu ada di tangan Tuhan. Bisa saja aku meninggal lebih dulu dari pada dia. Tidak karena kanker bisa jadi karena kecelakaan atau yang lainnya. Aku hanya ingin bahagia dengan cinta yang kupunya saat ini. Dan aku akan mendampingi Nina dan terus menyemangati hidupnya. Dia harus tahu, hidup ini terlalu indah untuk disesali ataupun ditangisi.
Sekarang aku punya rutinitas baru. Tiap hari, aku menjemput Nina dari sekolah. Kadang aku juga menemaninya ke rumah sakit. Aku sering ke toko buku menemaninya membeli buku yang disukainya, kebanyakan adalah novel atau teenlit roman. Setiap akhir pekan kadang kami pergi ke taman bermain. Dia kini selalu tersenyum, sesakit apapun penderitaannya saat menjalani radiologi, kemoterapi bahkan operasi sekalipun, dia selalu tersenyum di depanku. Aku tahu saat sendiri, dia akan menangis. Itu wajar. Siapa yang tidak akan menangis saat kita harus bertarung melawan kematian setiap harinya? Tapi, aku dan keluarganya tidak akan lelah untuk selalu mendampinginya. Tidak bahkan saat ia menangis dalam kesendirian. Kami akan selalu mendampinginya sampai kapanpun.
***
“Wajahnya seperti malaikat, penuh kepolosan, penuh kedamaian.” komentar salah satu pengunjung pameran.
Saat aku lulus SMU sebulan yang lalu, aku langsung mengumpulkan semua foto-foto Nina yang kupunya. Dari SMP aku memang sudah suka fotografi. Aku ikut kursus fotografi dan saat usia enam belas tahun, aku sudah menjadi profesional dalam menggunakan kamera.
Sebenarnya, sejak pertama kali aku bertemu dengan Nina, aku sudah mengabadikan gambarnya, entah itu dengan kamera handphone ataupun kamera yang memang sengaja aku bawa untuk mengabadikan gambarnya. Terkadang aku juga datang ke tempat kursusnya lebih awal, agar aku bisa mencuri gambarnya. Lagi, lagi dan lagi.
Kini foto-foto itu sudah berjumlah ribuan dan aku memilih beberapa puluh foto untuk kupamerkan. Ternyata respon pengunjung sangat bagus. Karena aku mengambil gambar secara diam-diam, jadi ekspresi si model sangat jujur dan natural. Itu membuat kesan yang mendalam di setiap foto yang kupajang di pameran. Terima kasih untuk orang tuaku yang telah membantuku mewujudkan impianku. Aku ingin seluruh dunia tahu siapa gadis di foto itu, bagaimana kehidupannya dan bagaimana perasaanku padanya. Semua. Semua akan kuberitahukan pada mereka.
“Iya, ini adalah saat dia mengikuti resital piano. Lihatlah! Kontur wajahnya begitu jelas. Dari gambar ini kita bisa lihat penghayatannya dalam memainkan piano. Apa anda setuju dengan saya?”
“Absolutely right. Anda pasti sangat mencintainya.” kata pengunjung lain yang hanya kujawab dengan senyuman.
Itu benar. Aku memang mencintainya. Teramat sangat mencintainya. Itu semua kutulis di jejaring facebook, twitter, youtube, bahkan aku menulis buku untuk mengungkapkan betapa aku mencintai fotografi dan… dia. Sekalipun dia sudah tidak ada lagi di dunia ini sejak setahun yang lalu. Sekalipun yang kupunya kini hanyalah gambar-gambarnya, aku tetap mencintainya.
Raganya mungkin tak ada lagi, tapi semangat dan cintanya akan selalu hidup dalam hatiku. Karena dia, Karenina Anindita, kekasihku. Dialah gadis pertama yang mengenaliku apa artinya cinta. Dialah gadis pertama yang kucintai dan begitu ingin kumiliki. Dia yang membuat satu kata menjadi jutaan makna dalam hidupku. Dia yang membuat aksara C.I.N.T.A menjadi alasanku tetap bertahan sampai sekarang. Walau tanpa dirinya. Suatu hari mungkin akan ada cinta lain yang menyapaku, tapi dia dan cintanya akan selalu terpatri menjadi sebuah kenangan manis yang tidak akan pernah aku lupakan. Dia dan cintanya akan selalu mengingatkanku betapa dalamnya makna dari C.I.N.T.A.


---------------------------------------------TAMAT--------------------------------------------------